“Malin, ini Mama, Nak.. Mama tidak minta pulsa..”

Anakku sayang,

Kalau kamu sekolah nanti, mungkin legenda Malin Kundang yang diceritakan Bu Guru di sekolah akan sedikit berbeda dengan versi yang dibuat oleh Butopik Production House.

Begini sebagian cuplikannya:

 

Scene 91823 – take 1:

@MamanyaMalin tidak langsung baper dan mengutuk anaknya jadi batu. Sebagai supermom-slash-single mother-slash-womenpreneur teladan yang berwawasan luas serta tidak mudah termakan hoax dan menyebarkan hate speech di akun Facebooknya, dia memang kesal dan sakit hati, tapi tetap mampu stay cool agar bisa introspeksi diri.

“Duh itu anak kok jadi kurang ajar ya.. Hmmmm.. Tapiiii, yah, bisa saja kan dia memang salah orang? Mungkin ini salahku karena tidak rajin memakai krim antiaging dan tabir surya SPF 30 sehingga keriput dan noda hitam akibat sinar matahari membuat wajahku jauh berubah dan sulit dikenali. Apalagi zaman sekarang saja banyak penipuan bermodus keluarga. Ngaku-ngaku mama, ternyata ujung-ujungnya minta pulsa. Mungkin saja dia hanya bersikap waspada. Baiklah, aku akan klarifikasi lebih lanjut!”

 

Scene 91825 – take 4:

@MamanyaMalin mengirimkan DM ke akun Twitter dan Instagram @Maleen_K_2016 untuk tabayyun, seperti dalam ajaran agama yang dianutnya. Dia hanya ingin klarifikasi apakah ada kesalahpahaman. Apakah anaknya mengira dia orang asing yang berniat menipu. Ternyata tidak, @Maleen_K_2016 memang durhaka. Dia memang malu mengakui asal-usulnya, karena #OOTD ibunya saat itu tidak sebagus Memo @aniyudhoyono dan kulitnya tidak sekencang kulit mamanya Ricky Harun.

 

Scene 91826 – take 1:

@MamanyaMalin sangat terpukul. Beberapa orang dari girl gangnya menyarankan agar ia mengancam anak itu untuk mengutuknya menjadi batu. Namun @MamanyaMalin tidak terhasut. Dia ingin mendidik anaknya dengan kasih sayang, bukan intimidasi. Kemudian berdoalah dia pada Allah SWT. “Ya Allah, ampunilah dosa hamba jika hamba salah mengasuh anak hamba hingga menjadi umatmu yang durhaka. Ampunilah anak hamba @Maleen_K_2016 dan berikan petunjuk agar tidak lagi membuat username alay dan sadarkanlah ia agar kembali ke jalan yang benar. Jadikanlah ia anak yang saleh dan izinkan kami menikmati mother-and-son quality time bersama, baik di dunia dan di akhirat. Amiiinn.”

 

Scene 91829 – take 2:

Tetiba @Maleen_K_2016 merasakan ada hidayah yang mengalir dalam kalbunya. Tanpa menempuh jalur hukum dan tes DNA, ia segera mencari ibunya. Ia meminta maaf sambil menangis. Dengan penuh haru, @MamanyaMalin memaafkan anaknya. Akhir kata, Malin Kundang mengganti usernamenya serta menjadi anak saleh yang rajin mendoakan ibunya sehingga sang ibu mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Cerita ini berakhir bahagia dengan win-win solution bagi kedua belah pihak.

**

Drama antiklimaks ini sebetulnya lebih cocok didedikasikan untuk eyang putrimu, yang telah mengajarkan Mama tentang kasih ibu yang, ehm, agak lebih masuk akal. Setidaknya bagi Mama.

Kasih ibu yang pemaaf.

Kasih ibu yang rasional.

Kasih ibu yang tidak main kutuk-kutukan.

Kurang lebih demikian.

Mungkin selamanya Mama tidak akan bisa menjadi ibu sebaik Eyang Putri.

***

 

“Kalo aku durhaka kayak Malin Kundang, apa Ibu juga bakal ngutuk aku jadi batu?”

“Nggak lah. Ibu omelin aja. Trus kalo nggak mempan ya didoain supaya kamu insyaf dan tobat.”

(percakapan Mama dengan Eyang Putri sekitar 20 tahun lalu)

****

I don’t deserve a Mother’s Day yet. So, Selamat Hari Eyang.

 

Advertisements
Categories: Awkward Mother, Daily Rambler | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: